Bicara Tentang "Perbedaan"



Tulisan ini adalah tugas akhir mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD) yang diberikan oleh dosen. Kami diberi tugas untuk membuat tulisan dengan tema "perbedaan".
sumber ilustrasi : http://otpinstitute.com/membangun-karakter-bangsa-tanpa-perbedaan/
             

             Menurut KBBI perbedaan adalah “sesuatu yang menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yang satu dan benda yang lain; ketidaksamaan”. Jadi dapat diartikan bahwa perbedaan adalah ketidaksamaan antara satu dengan yang lain.
            Perbedaan bagi saya adalah hal yang baik dan perbedaan itu memang seharusnya ada. Bayangkan saja apabila tidak ada perbedaan. Semua orang sama dan seragam. Semua orang bekerja sebagai karyawan di kantor. Tidak ada pedagang, tidak ada penjual makanan, tidak ada dokter yang mengobati ketika sakit dan lainnya. Tentu saja hal ini akan membuat dunia akan hancur secara perlahan. Manusia sejatinya adalah mahkluk sosial yang membutuhkan orang lain. Kita memerlukan orang – orang yang berbeda dengan kita untuk memenuhi kebutuhan kita.  Maka dari itu perbedaan sebenarnya adalah kebutuhan agar kehidupan bisa berlangsung dengan baik.
            Akan tetapi dilain sisi perbedaan juga menimbulkan bencana bagi banyak orang. Perbedaan terkadang menjadi jurang pemisah pada suatu hal dan ini sudah terjadi sejak dulu kala. Perbedaan suku, agama, dan ras menjadi pemicu timbulnya konflik. Orang-orang yang memiliki rasa fanatisme yang tinggi bagi golongannya cenderung anti dengan perbedaan. Mereka hanya mengganggap golongan mereka lah yang paling unggul dan menganggap golongan lain lebih rendah bahkan mereka tidak ingin golongan lain hidup di dunia. Fanatik dengan golongan tertentu tidak ada salahnya asalkan jangan terlalu berlebihan karena pasti akan berdampak buruk.
Sangat banyak sekali konflik/permasalahan yang terjadi karena perbedaan. Contohnya perang suku antara Dayak dan Madura pada 2001 silam, terorisme ISIS, perbudakan bagi ras kulit hitam di Amerika, dan masih banyak lagi. Hampir semua konflik besar terjadi berlatar belakang perbedaan.
Beberapa waktu belakangan ini muncul video dari seseorang yang mengaku auditor BPK menantang Gurbernur DKI Jakarta untuk berduel dengan menggunakan ucapan yang berbau SARA. "Anda jangan sok berkuasa, anda orang asing di sini , saya pribumi asli muslim betawi. hadapi saya ahok, lihat peci saya ini BPK RI, teman teman anda sudah memaki maki saya tapi saya tidak takut," itulah penggalan dari video orang yang menantang Gurbernur DKI Jakarta. Urusan politik tapi membawa – bawa suku dan agama. Sangat disayangkan sekali kejadian seperti ini. Ini adalah wujud dangkalnya pemikiran seseorang untuk menghargai sebuah perbedaan.
Perbedaan yang indah, yang diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna dirusak karena keangkuhan hati manusia. Tidak ada yang salah tentang perbedaan, hanya pemahaman kita yang dangkal yang membuatnya buruk. Maka dari itu sangatlah penting bagi kita sebagai orang yang hidup di Indonesia dengan masyarakat multikultural untuk menghargai perbedaan. Perbedaan bagaikan pelangi yang indah. Pelangi yang indah terdiri dari beragam warna, apabila hanya terdiri dari satu warna saja tidak akan tercipta keindahan itu. Perbedaan adalah alat pemersatu. Indonesia yang bersatu dan merdeka dari para penjajah bukanlah perjuangan dari satu suku saja tetapi usaha dari semua suku yang ada di Indonesia. Bukan hasil keringat dari satu agama saja namun seluruh agama dan kepercayaan di Indonesia.

Komentar